Ujian Hidup dan Kematian

Muhammad Irfan, SHI. M. Sy, Dosen UIN Raden Intan Lampung

الذى خلق الموت والحيوة ليبلوكم ايكم احسن عملا وهو العزيز الغفور

“Dialah (Allah) yang menjadikan mati dan hidup, karena Dia akan menguji kalian siapa diantara kalian yang terbaik amalnya. Dan Dialah (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Dijelaskan oleh Muhammad Abduh tausikal mengutip dari pendapat ibnu katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur’an al-‘Azhim dikatakan bahwa maut itu adalah “Makhluk”. Dari segi bahasa makhluk berasal dari kata bahasa arab artinya “yang diciptakan” lawan kata dari kholiq artinya “Pencipta” tentu keduanya memiliki sifat yang berbeda pencipta kekal abadi sedangkan makhluk terbatas dan ada masanya.

Selanjutnya mengapa Allah mendahulukan lafadz maut ketimbang Hayat setidaknya ada 3 alasan :

  1. Littaukid sebagai penguat bahwa ayat tersebut hanya ditujukan kepada makhluk dan setiap makhluk akan mati hal ini diperkuat dengan QS. Ali Imron ayat 185
  2. Kematian hanya ditentukan di dunia sedangkan akhirat kehidupan yang kekal abadi begitu pendapat qotadah dalam kitab ma’alimu al-Tanzil yang dinukil oleh Muhammad Abduh tausikal.
  3. Agar manusia memikirkan kehidupan setelah mati karna masa itu tidak lagi ada batasnya ialah kehidupan ukhrowi
    Kemudian firman Allah berikutnya ليبلوكم (karena Allah ingin menguji kalian). Dipahami sementara bahwa ujian itu hanya bersifat kesengsaraan, kesusahan, kesulitan dan sebagainya padahal jika dikaji lebih jauh tentu tidak demikian, bukankah hadirnya kita di dunia ini adalah ujian, yang kaya diuji dengan kekayaannya, miskin diuji dengan kemiskinanya, pintar diuji dengan kepintarannya, bodoh pun diuji dengan kebodohannya begitupun seterusnya. Artinya segala gerak dan diam kita ini adalah ujian. Ujian itu ada tiga model, ada yang naik kelas, ada yang tidak naik dikelas dan ada juga yang turun kelas.

Soal ujian pun berbeda-beda ada yang soalnya susah tapi mudah jawabnya adapula soal mudah tapi susah jawabnya, mana contoh soal susah tapi mudah jawab “saat tidak ada uang, belanja kebutuhan sering tidak terpenuhi, hutang menumpuk namun meski dengan kondisi begitu berapa banyak hamba Allah yang tetap istiqomah ibadah kepada-Nya, ini namanya soal susah tapi mudah jawabnya.

Disisi lain berapa banyak orang yang meiliki harta melimpah, kebun yang luas jabatan yang tinggi tapi kepada Allah dia durhaka, ibadah kepada-Nya jadi lupa, ini yang disebut dengan soal mudah tapi susah jawabya.

Bagaimana dengan kita, semoga Allah selalu memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua Amin Wallahu A’lam. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *