Larangan Membujang

Dr. Agus Hermanto, M.H.I, Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung

Sesungguhnya manusia dianugerahi nafsu sebagai fitrahnya, dan bagi siapa diantaranya dapat mengendalikan nafsu tersebut, maka kedudukan lebih mulia dari para Malaikat yang secara fitrah memang tidak dianugerahi nafsu, sehingga ia tunduk, patuh, taat kepada Allah swt.

Tugas yang terpenting adalah bagaimana kita dapat mengendalikan nafsu tersebut, karena dikatakan nafsu seperti halnya anak bayi yang butuh disapih yang bila tidak disapih atau dicoba untuk dikendalikan, maka dia akan tetap menetek, begitulah nafsu manusia, yang bila tidak dikendalikan atau disapih, dia akan senantiasa mengikuti dan tidak akan lepas.

Secara biologis, nafsu seksual merupakan fitrah dan sekaligus anugrah, sehingga secara biologis manusia membutuhkan seksualitas antara laki laki dan perempuan, namun demikian Allah swt, memberikan kesempatan dan wadah yang legal untuk menikah, yang tadinya haram disentuh menjadi halal dan bahkan dianjurkan.

Namun demikian juga Allah swt, melarang dan mengharamkan hubungan biologis yang dilakukan kepada selain istrinya atau yang tidak ada hubungan legal yaitu pernikahan, karena pernikahan merupakan mitsaqan ghalidhan, ikatan yang sangat kuat, sehingga perzinaan merupakan dosa besar dalam agama islam.

Untuk menjaga semua itu Allah menganjurkan pernikahan kepada para pemuda yang dianggap mampu, sebagaimana sabda rasulullah saw,


يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فاليتزوّج فإنه أعضّ للبصر واحصن للفرج ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء

Wahai pemuda, barang siapa diantara kalian telah mampu untuk menikah, maka menikah lah, karena hal itu dapat menjaga pandangan dan memelihara kemaluan, dan barang siapa diantara kalian, maka berpuasa lah, karena hal tersebut dapat mereda nafsu. Selain adanya perintah untuk menikah, Allah swt juga melarang untuk membujang,


نهى رسول الله صلّى الله عليه وسلم عن التبتّل.

Rasulullah saw melarang untuk membujang.


Dalam.hadis lain juga disebutkan,


ردّ رسل الله صلى الله عليه وسلم على عثمان بن مظعون التبتّل لو أذن له لاختصينا

Rasulullah saw melarang Ustsman bun Madz’un untuk membujang, kalau seandainya rasulullah mengijinkan maka kami akan membujang (walau dalam melakukan hal itu harus berkebiri). Larangan membujang merupakan hal yang dianggap bukan umatnya Nabi muhammad saw, karena nabi juga menikah, walaupun dengan alasan sibuk dalam ibadah maupun sibuk dalam aktivitas yang lainnya. Wallahualam. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *