Ikhlas Meski Berat

Dr. Agus Hermanto, Dosen UIN Raden Intan Lampung

Kata ikhlas sangat sederhana, mudah diucapkan, namun sulit dan jarang orang dapat melakukan, Ikhlas adalah mengerjakan sesuatu atau beribadah karena Allah swt, dan bukan karena tekanan atau dorongan serta ingin dilihat orang lain. Ikhlas sebagaimana digambarkan oleh Quraish Shihab, bahwa ikhlas itu ibarat air putih yang jernih yang berada di gelas, yang tidak terlihat kotoran atau noda sedikitpun. Ikhlas sebagaimana digambarkan oleh Imam Nawawi,


الإخلاص هو بأن طهرت حواسه الظاهرة والباطنة من الأخلاق الذميةمة

Ikhlas yaitu mensucikan panca indera baik secara dhahir maupun bathin dari akhlak yang dapat merusak amal ibadah (keikhlasan).
Sebagai mana digambarkan oleh Ibnu Katsir,

المخلصون كالذين يمشون على الرّمل لا تسمع أصوات خطواتهم ولكن ترى اثرهم

Orang orang yang ikhlas seperti halnya mereka berjalan di atas pasir, tidak terlihat suara jejeknya, tapi terlihat jejak alas kakinya.

Ikhlas ibarat gula yang dicampur dengan kopi, yang tidak pernah disebut, namun muncul rasa manis disetiap seruputan, Ikhlas sepertihalnya kita membuang kotoran di pagi hari yang tidak pernah kita fikirkan dan harapkan untuk kembali.

Lawan ikhlas adalah riya’ yaitu mengerjakan seseatu dengan niatan ingin dilihat orang, walaupun hanya dengan ucapan terima kasih. Karena sesungguhnya Allah swt, mengetahui yang dhahir dan yang batin, sebagaimana sabda rasulullah saw,


عن أبى هريرة رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم، انّ الله لا ينظر إلى صوركم واموالكم و لكن الله ينظر الى قلوبكم واعمالكم

Dari Abu Hurairah ra, berkata. Berkata rasulullah saw bersabda, sesungguhnya Allah tidak melihat pada penampilan kalian.dan harta kalian, tapi sesungguhnya ia melihat pada hari dan amal kalian.
Kita hidup mengumpulkan amal, yaitu amal baik yang akan memberkahi hidup kita, dan mendapatkan ridha dari Nya. Wallahualam. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *