Mencari Pahlawan Bumi Ruwa Jurai

Oleh : Masnawati Ali

Pegiat Pendidikan Lampung

Sebuah ungkapan yang tidak asing bagi kita, “Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa pahlawannya”, apabila bangsa tidak memiliki pahlawan berarti sama saja bahwa bangsa tersebut tidak mempunyai hal yang dibanggakan, apabila suatu bangsa tidak mempunyai sosok yang patut dibanggakan maka bangsa itu merupakan suatu bangsa yang belum memiliki harga diri.

Pahlawan merupakan seseorang ang membela kebenaran dan membela yang lemah, pahlawan juga dipandang sebagai orang yang dikagumi atas hasil tindakannya, serta sifat mulianya sehingga diakui sebagai contoh dan tauladan. Pahlawan sering dikaitkan dengan keberhasilan dalam prestasi gemilang dalam bidang kemiliteran.  Pada umumnya pahlawan adalah seseorang yang berbakti kepada masyarakat, Negara, bangsa atau ummat manusia tanpa menyerah dalam mencapai cita citanya yang mulia, sehingga rela berkorban demi tercapainya tujuan dengan dilandasi oleh sikap tanpa pamrih pribadi. Seorang pahlawan bangsa yang dengan sepenuh hati mencintai Negara bangsanya sehingga rela berkorban demi kelestarian dan kejayaan bangsa negaranya disebut juga sebagai patriot

 

Kita telah memahami bersama bahwa berbicara mengenai hari pahlawan tidak lantas membuat kita berpikir sempit kalau sosok tersebut hanya ada dimasa lalu, pahlawan masa kini dapat kita temukan dalam sosok para pendidik, dokter atau profesi apapun juga  dan yang tak kalah pentingnya adalah sosok orangtua kita yang juga sebagai pahlawan.

 

Perjuangan kepahlawanan selalu ada dari dulu hingga sekarang.  Perjuangan para pahlawan terdahulu adalah perjuangan melawan para penjajah yang ingin menguasai negeri kita.  Di daerah Lampung kita mengenal pahlawan kebanggaan kita, Raden Inten II yang namanya diabadikan menjadi nama sebuah Bandara di propinsi ini.  Pemerintah republik Indonesia menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada beliau berdasarkan surat keputusan Presiden RI no 082 tahun 1986 tanggal 23 Oktober 1986.  Sayangnya banyak anak muda di daerah ini yang belum mengetahui sepak terjang pahlawan dari bumi ruwa jurai ini.

 

Raden Inten II adalah putra tunggal Raden Imba II, Raden Imba II adalah putra sulung Raden Inten I, dengan demikian Raden Inten II adalah cucu dari Raden Inten I.  Raden Inten II tak pernah mengenal ayah kandungnya karena ketika Raden Inten II lahir, ayahnya ditangkap oleh Belanda akibat memimpin perlawanan bersenjata menentang kehadiran Belanda yang ingin menjajah Lampung, namun ibunya selalu menceritakan perjuangan ayahnya, sehingga Raden Inten II tumbuh menjadi pemuda yang melanjutkan perjuangan ayahnya memimpin perjuangan rakyat Lampung mengusir penjajah.

Kapten Kohler, asisten residen Belanda di Teluk betung ditugasi untuk mengadakan perundingan dengan Raden Inten II karena Belanda yakin selama Raden Inten masih berkuasa maka kedudukan Belanda di Lampung akan tetap terancam.  Maka Belanda melakukan strategi memecah belah masyarakat Lampung, sehingga timbul saling curiga bahkan ada yang termakan hasutan Belanda sehingga mereka memusuhi Raden Inten II yang membuat mereka tidak menghalangi pasukan Belanda yang berpatroli di sekitar daerah Lampung.  Sampai pada akhirnya Raden Inten II pun gugur atas jebakan Belanda  yang memperalat saudara Raden Inten II sendiri, melalui sebuah pertemuan yang ternyata sudah direncanakan untuk membunuh Raden Inten II, Raden Inten II pun terbunuh dan gugur dalam usia yang masih sangat muda yaitu 22 tahun (Wikipedia).

Anak muda di daerah ini hendaknya mencontoh sikap kepahlawanan yang ditunjukkan oleh pahlawan daerah ini, serta mengambil pelajaran dengan cara memperkokoh kesolidan, kerukunan dan bersinergi agar dapat mengharumkan nama baik daerah ini . Dimasa sekarang, ada banyak pahlawan  masa kini yang mengharumkan propinsi Lampung, contoh  saja seperti yang ditulis dalam suarapedia.com, 5 Sept 2017 belum lama ini dalam ajang Sea games 2017 di Malaysia, atlet taekwondo putri asal Lampung  berhasil menggondol medali emas, dia adalah Mariska halinda. Prestasi tersebut bukan hanya membanggakan Indonesia tapi juga membanggakan bagi masyarakat Lampung, bahkan baru baru ini juga seorang karateka Lampung berhasil meraih  medali emas pada kejuaraan karate internasional open 2017 di Batam kepulauan Riau.

Prestasi  daerah Lampung bukan hanya dicabang olahraga saja karena  salah satu desa di propinsi ini pun turut mambanggakan kita semua, desa Hanura menorehkan prestasi ditingkat nasional karena berhasil meraih juara satu lomba desa tingkat nasional regional Sumatera (Jejamo.com 22 Agustus 2016)

Itu adalah sebagian prestasi membanggakan yang diraih oleh putra putra terbaik daerah ini , belum lagi jika kita bicara tentang cabang olahraga angkat besi, cabang olahraga ini seolah menjadi ikon keberhasilan olahraga propinsi kita.                                                                   Cabang angkat besi Lampung memborong dua emas sekaligus pada hari pertama pertandingan pekan olahraga pelajar  nasional (Popnas) XIV di Semarang (Lampost.co 13 Sep 2017).

Sejak tahun 1963, Imron rosadi pelatih angkat besi kenamaan dari Lampung mengelola padepokan angkat besi yang diberi nama Gajah Lampung, dari padepokan inilah sudah menghasilkan setidaknya  empat puluh empat atlet berprestasi baik ditingkat nasional maupun internasional.  Beberapa atlet berprestasi dari padepokan itu yang telah mengharumkan nama Lampung antara lain, Sutrisno juara dunia angkat berat dan memegang rekor dunia di Florida Amerika serikat tahun 2005, adalagi Winarni peraih medali perunggu Olimpiade tahun 2000, kemudia Sri indriyani peraih medali perunggu olimpiade tahun 2000 ( info@malahayati.ac.id, 19 okt 2015).

Itu adalah  pejuang kepahlawanan daerah ini di era masa kini yang juga turut membanggakan kita semua, beberapa cabang olahraga Lampung sudah menunjukkan prestasinya begitu pula cabang lomba desa serta  prestasi dari cabang akademik pun tak mau ketinggalan karena para pemuda Lampung  juga  menorehkan prestasinya yang terlalu banyak bila disebutkan satu persatu.

Selain hal tadi, jika kita menilik olahraga sepakbola yang diminati di seluruh dunia, memang seolah daerah ini jauh dari prestasi yang memuaskan, tapi sebenarnya  sepakbola Lampung sempat berkibar dikancah Nasional di era tahun 1980 an, saat itu klub Jaka utama yang beisikan sejumlah pemain berlabel bintang menjadi salahsatu kesebelasan yang disegani di kompetisi galatama, bahkan dunia sepakbola sang bumi ruwa jurai mencapai puncaknya dengan menyabet medali emas pekan olahraga nasional (PON) ke X tahun 1981 di Jakarta. Selain itu Lampung juga memiliki pelatih penuh talenta  yaitu Rahmad darmawan, pria kelahiran Lampung tengah itu mencatat sejumlah prestasi di liga Indonesia serta mempersembahkan dua perak diajang Sea games ( Lampost.co, 15 Maret 2017).

Semua kisah perjuangan heroik  mulai dari kisah perjuangan Raden Inten II di masa lalu hingga perjuangan pemuda pemuda Lampung dalam menorehkan  prestasinya dimasa kini adalah bukti mental kepahlawanan yang harus terus dilestarikan, karena semua prestasi dibidang apapun yang bernilai positif adalah kebanggaan kita bersama.

Hal lain yang perlu kita ingat bila kita bicara tentang kebanggaan pada daerah ini adalah tentang Tapis, karena kain tradisional dari Lampung ini sudah semakin banyak diminati bukan hanya di dalam negeri tapi juga dimanca Negara.

Tapis adalah warisan budaya yang keindahan motif dan kemegahan benang  emasnya menjadi kain yang bernilai ekonomi tinggi, bahkan Tapis sudah tercatat sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) oleh Kementrian pariwisata dan kebudayaan ( Lampost.co, 7 Mei 2012).

Begitu banyaknya prestasi kepahlawanan daerah ini yang membanggakan kita, baik prestasi kepahlawanan jaman dahulu maupun di masa kini yang sungguh sayang bila terhambat karena permasalahan klasik di dalam diri kita sendiri . Rasa malas, irihati, dengki, perpecahan adalah akar sebuah kehancuran. Sebaliknya, semangat kerja keras, bersatu, rukun dan kerjasama adalah pondasi penting dalam membangun sebuah peradaban yang akan membawa kesuksesan bersama. Sudah saatnya seluruh komponen anak negeri ini  mengerahkan potensi terbaik di bidangnya masing masing yang akan mengharumkan nama daerah maupun negeri ini.

Musuh bersama  kita saat ini adalah: rasa malas, ketidak jujuran  dan perpecahan. Rasa malas tak akan membuat keberhasilan dan kemajuan sampai kita merubahnya menjadi ketekunan dan keuletan, ketidak jujuran akan membuat kerugian satu sama lain dan terjauh dari keberkahan hidup,  sedangkan perpecahan akan membuat kita menjadi lemah dan mudak ditaklukkan.

Melalui momentum peringatan hari pahlawan, diharapkan dapat terbangun karakter bangsa  yang kuat dan kokoh untuk dapat dijadikan sebagai energi penggerak kemajuan bangsa, sehingga bangsa Indonesia tidak akan terombang ambing dan kehilangan arah ditengah derasnya arus globalisasi serta dapat menghadapi segala tantangan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar.  Yang tak kalah pentingnya untuk kita semua anak negeri ini adalah,  pahlawan dalam arti keteladanan sangatlah diperlukan pada masa sekarang ini. Pendidik yang bisa diteladani, dokter yang bisa diteladani, birokrat yang bisa diteladani, TNI-Polri yang bisa diteladani, profesi apapun hendaknya bisa menjadi teladan begitu juga dengan orangtua hendaknya bisa diteladani, karena pahlawan adalah teladan baik pahlawan pada masa lalu maupun pahlawan masa kini dan yang akan datang.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *