Opini : Memaknai Tahun Baru di Tengah Pandemi

Oleh : Mushiludin, SH

Jutaan orang di seluruh dunia mempersiapkan Malam Tahun Baru tidak seperti biasanya – dalam situasi lockdown, pembatasan, dan jam malam diberlakukan di banyak negara. Dampak Virus Corona masuk ke Indonesia melumpuhkan beberapa sektor, yang paling terdampak yaitu sektor Energi, Pariwisata, dan Infrastruktur Transportasi.

Di indonesia sendiri upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi terkait dengan penyebaran Covid-19 dengan New Normal seperti negara China yang berhasil menekan penularan Covid-19. Setelah melakukan upaya-upaya diatas dan meniru upaya dari China sebelum vaksinasi mulai berlaku. Ya, tepat satu malam Tahun Baru 2020 atau 31 Desember 2020, menandai satu tahun sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pertama kali mengumumkan virus baru yang bernama Covid-19. Lalu sepanjang tahun 2020, penyakit itu menewaskan lebih dari 1,79 juta orang dan menghancurkan ekonomi global dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Internasional membantu mengembangkan vaksin dalam waktu singkat.

Dampak virus di indonesia ini melumpuhkan beberapa sektor, yang paling terdampak covid-19 yaitu sektor energi, pariwisata, dan infrastruktur transportasi. Juga berdampak dari sisi Rumah tangga, Ya, seperti istilah baru sekarang “Aku mencinta mu sedang kau membenci ku” Virus Covid-19 ini sangat tega membuat rekor baru perceraian. Ada sekitar 699 laporan perceraian yang di rilis oleh Pengadilan Agama Bandar Lampung sungguh angka yang fantastis di banding tahun sebelumnya. Pesan Rasullullah kepada kita. Di Lampung pemerintah menutup 7 tempat wisata di tahun baru 2021, hal ini dinilai cukup baik guna menekan penyebaran Covid-19 namun himbauan ini juga hal perlu pengawasan dari pemerintah agar masyarakat pun tertib pada peraturan yang ada hendaklah masyarakat mengindahkannya. Pesan Rasulullah Saw kpd kita. Dari Umar, ia berkata bhw Rasulullah saw. bersabda: “Sesuatu yang halal tapi dibenci Allah adalah perceraian” [H.R. Abu Daud dan Hakim].

Ya, Maksud dari hadist diatas adalah semua orang yang beriman hendaklah jgn mudah untuk bercerai sebab walaupun perceraian itu dibolehkan namun perceraian sgt dibenci oleh Allah. Muslih pun mengingatkan kpd teman temanya Jika menikah di tengah pandemi sebaiknya benar-benar menyiapkan modal dan juga mental yang baik agar tidak terjadi masalah dikemudian hari, Apalagi disituasi sekarang ini, pemerintah melarang masyrakat untuk berkerumun kecuali keperluan mendesak namun jika melakukan akad nikah mendesak ya silahkan kata muslih yang menahan untuk menikah di tengah pandemi.

Sebaiknya perayaan malam tahun baru tidak dilakukan diluar rumah hal ini dilakukan oleh Muslihudin beserta keluarga yang mengadakan Do’a bersama dengan tujuan semoga tahun ini dan seterusnya Covid-19 ini di angkat oleh allah dari bumi ini. Dan dia pun berpesan kepada semua orang pada umumnya agar memusuhi Covid-19 yang mencinta keramaian dan kebersamaan dengan tidak berkerumun dulu hingga pandemi ini berlalu ,sehingga kita bisa kembali mencinta keluarga dan bisa berkerumunan. Sehingga yang tadinya Aku membenci mu sedang kau mencinta ku berubah menjadi Aku mencintai mu sedang kau mencinta ku keluarga, sahabat & teman sejawat ku yang telah bercerai karena terkena
dampak Covid-19 ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *