Publik Setuju Jokowi Reshuffle Kabinet

JAKARTA (WAWAI.ID) – Lembaga Survei Indikator Politik melakukan survei terbaru. Salah satu survei menunjukkan hasil mayoritas responden setuju Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju.

Survei dilakukan menggunakan wawancara melalui telepon kepada 1.200 responden pada 13-16 Juli dengan metode simple random sampling. Margin or error pada survei ini kurang-lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan sebesar 95%.

Dalam survei ini, responden ditanya apakah mereka mengetahui soal kemarahan Presiden Jokowi kepada jajaran menterinya beberapa waktu lalu karena dianggap kurang becus menangani pandemi virus Corona (COVID-19). Hasilnya sebanyak 45,3% responden menyatakan tahu dan 54,7% tidak tahu.

Hasil survei dirilis oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi melalui diskusi daring bertema ‘Perubahan Opini Publik terhadap COVID-19: Dari Dimensi Kesehatan ke Dimensi Ekonomi’, Selasa (21/7/2020). Burhanuddin merinci juga soal hasil persepsi publik soal alasan kemarahan Presiden Jokowi.

Adapun hasilnya sebagai berikut:

Kinerja menteri kurang baik: 54,8%
Kurangnya kepekaan para menteri terhadap situasi krisis: 17,2%
Koordinasi kurang bagus: 7,9%
Ego Sektoral masing-masing kementerian atau lembaga: 6,3%
Serapan anggaran yang kurang: 5,4%
Lainnya: 1,0%

Akibat kemarahannya itu, Presiden Jokowi sempat mengancam akan melakukan reshuffle terhadap menteri yang tidak becus. Indikator pun menanyakannya kepada responden.

Hasilnya, mayoritas publik setuju Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet. Berikut ini perbandingan publik yang setuju dan tidak setuju Jokowi me-reshuffle menteri:

Setuju: 64,8%
Tidak Setuju: 30,3%
Tidak Tahu/Tidak Jawab: 4,9%. (HEN/W2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *