Konflik DPD Hanura Lampung Terus Berlanjut

BANDAR LAMPUNG –  Konflik di tubuh DPD Partai Hanura Lampung terus berlanjut. Setelah melaporkan Ketua DPD Hanura Lampung Benny Uzer ke Polda Lampung, Wakil Ketua DPD Hanura Lampung, Nazaruddin, juga berencana melapor ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penggelapan uang saksi partai senilai Rp400 juta.

Menurut Nazaruddin dugaan penggelapan dana saksi tersebut mulai terkuak setelah proses Pemilihan Umum 2019 berlangsung, tepatnya pada 8 Mei 2019. Pihaknya juga memiliki sejumlah bukti penyimpangan dana tersebut.

“Pada 8 Mei kami diterima untuk menghadap Ketua Umum Hanura, Pak Oso (Oesman Sapda Oedang. Dalam pertemuan itu, saya bersama beberapa kader Hanura Lampung lainnya berbincang-bincang dengan Oso terkait pelaksanaan pemilu di Lampung. Saat itu juga keluar obrolan terkait dana parpol yang telah digulirkan DPP untuk DPD Hanura Lampung,” kata Nazaruddin, Rabu, (10/7/2019).

Nazaruddin kemudian bertanya soal dana. Ternyata ketua umum tidak mau menjawab pribadi. Maka dipanggilah bendahara umum dan sekretarisnya. “Kata ketum coba lihat data Hanura Lampung, berapa mengambil uang saksi,” tutur Nazaruddin menirukan perkataan Oso.

Selanjutnya bendum Hanura yang saat itu membawa dokumen pengambilan uang saksi parpol menjawab bahwa telah ditransfer uang senilai Rp400 juta ke rekening Benny Uzer.

“Kata bendum Rp400 juta yang sudah diambil Benny. Uang itu salah satunya diperuntukkan guna membayar uang saksi, khsusunya di daerah pemilihan Lampung dua,” jelasnya.

Namun menurut Nazaruddin, uang saksi yang seharusnya disalurkan ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tersebut tidak jelas. Sehingga sampai pada Pemilu 2019 selesai, para Ketua DPC Hanura di Lampung belum menerima uang saksi titipan dari DPP itu.

Padahal, sambung mantan Kapolres Mesuji itu, para Ketua DPC sudah mengoordinir saksi-saksi sebelum pemungutan suara Pemilu 2019 berlangsung. Ada ketua DPC yang berinisiatif untuk nombokin dulu uang saksi, sampai-sampai mereka cari pinjaman kemana-mana. Bereka berharap uang saksi dari DPP bisa cair, tapi ternyata diulur terus sampai pencoblosan selesai.

Mantan perwira polisi itu pun menduga, uang tersebut telah digelapkan oleh Benny Uzer. “Karena itu saya akan melaporkan masalah ini ke Polda Metro Jaya. Kalau tidak akhir bulan Juli, maka awal Agustus. Karena kalau sekarang kan dikhawatirkan Polda Lampung masih mau meminta keterangan terkait laporan saya yang di Krimsus,” katanya.

Sebelumnya, Nazaruddin juga sudah melaporkan Benny ke Mapolda Lampung atas dugaan penggelapan dana partai yang bersumber dari APBD Lampung, pada 24 Mei 2019. Tidak terima dilaporkan, Benny Uzer melaporkan balik Nazaruddin atas dugaan pencemaran nama baik, Senin 8 Juli 2019. Laporan itu tertuang dalam surat tanda terima penerimaan laporan (STTPL) bernomor: LP/B-929/VII/2019/LPG/SPKT tertangal Senin 8 Juli 2019. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *