Tips Ampuh Menentukan Judul Skripsi Hingga Disertasi

Dr. Agus Hermanto, Dosen UIN Raden Intan Lampung

Skripsi adalah tugas akhir bagi S1, Tesis sebagai tugas akhir S2, dan Disertasi merupakan tugas akhir program doktoral atau S3, yang mana skripsi, tesis dan disertasi adalah sebuah karya ilmiah yang secara empiris dapat dibuktikan, maka daripada itu sebuah karya ilmiah tidaklah dapat dibuat ringan dan harus diseriusi serta dapat diselesaikan tepat waktu.

Namun kenyataannya, tidak sedikit para mahasiswa S1, program sarjana, atau S2, program magister dan S3, program doktoral yang tidak dapat menyelesaikan tugas akhirnya (disertasi) tepat waktu. Jika dulu para senior kita mengatakan bahwa kuliah semakin lama akan semakin baik, dan dibuktikan dengan lamanya penelusuran data dan analisa yang tajam, sehingga menghasilkan karya yang monumental, namun untuk saat ini dengan kemajuan IPTEK, seharusnya pandangan seperti ini harus diluruskan, bahkan bagaimana caranya dapat menyelesaikan program sarjana,magister, dan doktor dengan cepat, dan itu lebih baik. Banyak kendala dan halangan dalam penulisannya, namun sejatikan dapatlah diatasi jika kita serius dan bersungguh sungguh. Pertama adalah niat, jika kita mengambil program S1, S2, dan S3 haruslah berniat untuk selesai, dan bukan berniat untuk mencoba, karena keseriusan dalam berniat akan dapat memudahkan kita. Kedua adalah jika kendala kita adalah bingung menentukan judul, ada tiga cara untuk dapat menanggulanginya dengan beberapa cara :

Pertama, pilihlah istilah- istilah baru dan populer, sehingga judul kita terasa menarik untuk dibaca, karena sesungguhnya dengan judul yang menarik meskipun kajiannya lama, atau kita menguatkan dan menambah kajiannya miasalnya istilah konstruksi, rekonstruksi, diskonstruksi, reintepretasi, paradigm, perspektif dan sebagainya, istilah ini sejatinya bermakna sederhana tapi tersa baru dan popular.

Kedua, adalah dengan mencari masalah (perkara yang ingin dikaji), maksudnya adalah kita harus memastikan masalah yang akan kita kaji, baru kita menyusun sebuah judul, masalah tentunya adalah mencari titik temu antara yang sebenarnya dan senyatanya, yaitu ketika ada sebuah konsep atau konstruksi atau legislasi, namun kemudian secara empirik terdapat kelainan dilapangan secara praktis.

Ketiga, adalah dengan cara memahami teori, yang mana teori tersebut jika dibenturkan dengan teori yang beda akan menghasilkan hasil yang berbeda, karena sesungguhnya masalah akan terus berkembang selagi kita dapat menggunakan teori dengan baik, karena sebuah masalah akan memiliki kesimpulan yang berbeda ketika kita benturkan dengan teori baru. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *