Imam-Habib Siap Majukan Intelektualitas Mahasiswa UIN

BANDAR LAMPUNUG. Calon Presiden dan wakil presiden Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung nomor urut 2, Imam Setia Hagi dan Habibulloh Al-Ansyor mengadakan siaran langsung di A-Radio 101. 1 FM Bandar Lampung, Minggu (19/11) malam. Dalam kesempatan itu, dia mengungkapkan alasannya mencalonkan diri.

Dalam acara itu mengangkat tema “ Regenerasi  Kepemimpinan : Keharusan dan Kebermanfaatan “. Imam  Setia Hagi Capresma UIN Raden Intan Lampung tersebut mengutarakan pendapatnya . “Latar belakang mencalonkan diri sebagai presiden mahasiswa adalah  rasa kegelisahan saya yang muncul ketika saya berkunjung ke Australia dan bertemu dengan teman-teman Universitas yang ada di Indonesia, saya melihat budaya-budaya Intelektual mereka sangat maju, sangat berkembang. Dan saya khawatir melihat UIN Raden Intan Lampung ini yang bisa dibilang belum ada gebrakan-gebrakan atau inovasi-inovasi untuk menunjang mahasiswa-mahasiswa yang berpotensi itu, “ ungkap Imam

Ia juga melanjutkan alasannya lebih mendalam dengan mengutarakan kondisi di lingkungan dan pendapatnya tentang kampus UIN Raden Intan Lampung.  “ Saya melihat sebenarnya UIN Raden Intan Lampung ini banyak mahasiswa-mahasiswa yang berpotensi, yang kita ketahui beberapa bulan yang lalu, ada mahasiswa yang mewakili lomba pencak silat bahkan tingkat Nasional, ada yang menjuarai lomba tenis meja tingkat Nasional itu artinya mahasiswa UIN RIL itu berpotensi, berprestasi tapi kita perlu wadah, dan perlu inovasi, tidak punya gerakan-gerakan untuk menunjang mahasiswa dan untuk  lebih baik ke depannya ,“ pungkas Imam dengan nada serius

Capresma UIN Raden Intan Lampung dengan nomor urut 2 ini juga mengutarakan komitmennya untuk memajukan UIN Raden Intan Lampung ini menjadi lebih baik lagi.

Disusul dengan jawaban dari Cawapresma UIN Raden Intan Lampung dengan pertanyaan sama, Habibullah Al Ansyor mengatakan. “Kemenangan dalam kontestasi politik kampus itu bukan hanya untuk kepentingan politik semata, tapi untuk bagaimana kita bisa  bersama-sama dengan birokrasi dengan semua elemen mahasiswa UIN Raden Intan Lampung untuk bisa membuat kampus kita lebih maju,” kata dia.

Ia juga melanjutkan kegelisahan dan pendapatnya mengungkapkan   “ ketika saya bersentuhan langsung dengan mahasiswa dari luar, di Lampung dan di luar Lampung itu memang tahapannya berbeda. Kalau kita lihat di UIN hanya menjadi pengonsumsi buku itu juga harus didorong, tapi  di luar sudah berlomba-lomba menulis buku, bukan hanya sekedar mengonsumsi tidak hanya membaca lagi tapi juga menulis dan mengaktualisasikannya. Sehingga masih ada kesenjangan yang lumayan jauh, dan tentunya harus kita segera kita antisipasi dengan adanya DEMA-U yang progresif untuk bisa membawa kampus lebih maju lagi,” tegas Habib. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *