Menulis Ilmiah Dalam Filosofi Rujak

Dr. Agus Hermanto, Dosen UIN Raden Intan Lampung

Jika kita analogikan sebuah karya ilmiah yang itu adalah disertasinya dengan rujak, tidaklah sama, namun hal ini hanya memudahkan logika kita pada perkara yang harus kita siapkan dalam penulisan disertasi atau karya ilmiah. Dalam penulisan ilmiah dibutuhkan judul karena dari judul inilah akan terlihat tentang hal apa yang akan kita bahas, dalam hal ini kita gambarkan seperti kita memilih rujak sebagai objeknya, maka kira kira kita akan membahas seputar rujak.

Dalam penulisan karya ilmiah, dibutuhkannya proposal, yang mana dalam proposal penelitian inilah akan terlihat arah gambaran yang akan kita bahas, mulai dari latar belakang, identifikasi, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka pikir dan teori kajian terdahulu, metodologi penelitian, dan pembahasan.

Proposal ibarat menu dari tema yang kita pilih, misalnya tata cara membuat rujak, secara keseluruhan tertera adanya hal hal yang berkaitan dengan nya. Metodologi dalam sebuah penelitian merupakan aturan baku yang sejatinya dan idealnya, yang merupakan konsep atau konstruksi, dalam hal ini ketika kita membuat rujak akan ada standar pokok yang harus diikuti, dan tentunya relevan dengan aturan membuat rujak dan bukan yang lainnya.

Dalam penelitian.juga dibutuhkan data, data adalah sebuah bahan yang dibutuhkan dalam sebuah penelitian, data haruslah relevan dengan tema yang dibutuhkan, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih, ibarat kita membuat rujak, maka yang dibutuhkan harus sesuai, misalnya jambu, nanas, bengkuang dan yang lainnya dan tidak boleh berlebihan misalnya tomat bawang merah, yang itu bukan bahannya.

Dalam penelitian juga membutuhkan alat analisa yaitu berupa teori, sejatinya teori itu adalah sebuah alat untuk menganalisa, jika kita membuat rujak, sejatinya kita menyiapkan alat alat untuk dapat memprosesnya. Alat yang digunakan tidak boleh salah, kalau dalam proses pembuatan rujak membutuhkan pisau, leyeh, itulah alat yang ideal, jika kurang juga akan kurang luwes, misalnya make silet, atau cutter, mungkin bisa, tapi tidak ideal dan pasti hasilnya tidak maksimal, apalagi jika berlebihan misalnya dengan cangkul, maka sangatlah tidak etis.

Setelah ditemukan data dan alat untuk analisa, maka kemudian di proses data tersebut dengan alat yang disiapkan berupa teori dengan metodologi khusus, begitu juga dalam pembuatan rujak, tentunya setelah semua bahan dan alat siap, maka kemudian diulek, dikupas, dipotong dan seterusnya, kemudian menemukan hasil berupa kesimpulan, jika kesimpulan disertasi adalah menjawab rumusan masalah yang sudah dianalisa, dalam pembuatan rujak juga begitu, adanya kesimpulan yaitu terbentuknya menu rujak yang siap saji. Selamat menulis. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *