Makalah Kewarganegaraan Indonesia

Latar Belakang

Terbentuknya negara indonesia dilatar belakangi oleh perjuangan seluruh bangsa. Sehingga sebagai warga negara dan masyarakat, setiap manusia indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang pokok adalah bahwa setiap orang haruslah terjamin haknya untuk mendapatkan status kewarganegaraan, sehingga terhindar dari kemungkinan menjadi stateless atau tidak berkewarganegaraan. Tetapi pada saat yang bersamaan, setiap negara tidak boleh membiarkan seseorang memiliki dua statuskewarganegaraan sekaligus. Itulah sebabnya diperlukan perjanjian kewarganegaraan antara negara-negara modern untuk menghindari status dwi-kewarganegaraan tersebut. Indonesia sebagai negara yang pada dasarnya menganut prinsip Iussanguinis, mengatur kemungkinan warganya untuk mendapatkan status kewarganegaraan melalui prinsip kelahiran.

Kewarganegaraan sangatlah penting untuk dipelajari oleh semua orang. Oleh sebabitu, pendidikan kewarganegaraan dijadikan pembelajaran dalam tingkat pendidikan tidak hanya dalam pendidikan saja kewarganegaraan pun diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat bahkan kewarganegaraan merupakan hal yang sangat penting di dalam suatu negara. Tanpa status kewarganegaraan seoarng warga negara tidak akan diakui oleh sebuah negara

Rumusan Masalah

  1. Apakah pengertian warga negara
  2. Bagaimana penjelasan umum uu no. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan republik indonesia.
  3. Apakah Isi uu no. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan republik indonesia
  4. Bagaimana Pengertian Dan Perkembanganya serta hak asasi manusia dalam undang-undang nomor 39 tahun 1999
  1. Warga Negara

Rakyat suatu negara meliputi semua orang yang bertempat tinggal didalam wilayah kekuasaan negara dan tunduk pada kekuasaan negara itu. Pada permulaan rakyat        disuatu negara hanya terdiri dari orang-orang dari satu keturunan yang berasal dari   satu nenek-moyang. Dalam hal ini faktor yang terpenting adalah pertalian darah.           Akan tetapi wilayah negara itu didatangi oleh orang-orang dari negara lain yang             mempunyai nenek moyang pula. Adapun orang-orang yang berada diwilayah suatu            negara dapat dibagi atas penduduk dan bukan penduduk.

Penduduk ialah mereka yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan oleh peraturan negara yang bersangkutan diperkenankan mempunyai tempat tinggal pokok(domosili)dalam wilayah negara itu. Bukan penduduk ialah mereka yang berada diwilayah suatu negara untuk sementara waktu dan tidak bermaksud bertempat tinggal di wilayah negara itu. Penduduk dapat dibagi atas:

  1. Penduduk warga negara, dengan singkat disebut warga negara
  2. Penduduk bukan warga negara yang disebut orang asing.
  3. Asas Kewarganegaraan

Adapun asas kewarganegaraan yang mula-mula dipergunakan sebagai dasar dalam menentukan termasuk tidaknya seorang dalam golongan waarga negarar dari suatu negara ialah:

  1. Asas keturunan atau ius sanguinis dan
  2. Asas tempat kelahiran atau ius soli

Asas ius sanguinis menetapkan kewarganegaraan seorang menurut pertalian atau keturunan dari orang bersangkutan. Sedangkan asas ius isoli menetapkan kewarganegaraan seseorang menurut daerah atau negara tempat ia dilahirkan.

  1. Dwi kewarganegaraan

Dalam menentukan kewarganegaraannya,beberapa negara memakai asas ius soli,sedang di negara lain berlaku asas ius sanguinis. Hal demikian itu menimbulkan dua kemungkinan, yaitu:

  1. apatride, yaitu adanya seorang penduduk yang sama sekali tidak mempunyai kewarganegaraan.
  2. bipatride, yaitu adanyaseorang penduduk yang mempunyai dua macam kewarganegaraan sekaligus (kewarganegaraan rangkap atau dwi kewarganegaraan)

ketentuan-ketentuan yang mengatur persoalan kewarganegaraan di indonesia tercantum dalam UU Kewarganegaraan Indonesia (UU No.62 tahun 1958 yang kemudian diubah dengan UU No. 12 Tahun 2006), yang pada pokoknya memakai asas sanguinis. Sebelum adanya UU kewarganegaraan itu di indonesia berlaku peraturan kewarganegaraan yang lama, yang pada pokoknya menganut asa ius soli, sebagaimana akibat dari peraturan kewaarganegaraan yang lama itu timbullah  masalah dwi-kewarganegaraan di kalangan orang-orang cina di indonesia.

  1. Penggolongan Pennduduk Indonesia di Zaman Hindia Belanda.
  2. Undang-undang RI No. 3 Tahun 1946

Setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah RI mengeluarkan suatu peraturan     tentang kewarganegaraan yaitu UU No. 3 tahun 1946. Menurut UU itu penduduk negara ialah mereka yang bertempat tinggal di indonesia selama satu tahun berturut-turut. Selanjutnya disebutkan, bahwa yang menjadi warga negara indonesia pada pokonya ialah:

  1. Penduduk asli dalam daerah RI, terrmasuk anak-anak dari penduduk asli itu;
  2. Istri harus seorang warga negara indonesia;
  3. Keturunan dari seorang warga negara yang kawin dengan wanita negara asing;
  4. Anak-anak yang lahir dalam daerah indonesia yang oleh orang tuanya tidak diakui dengan cara yang sah.

 

  1. PENJELASAN UMUM UU NO. 12 TAHUN 2006 TENTANG KEWARGANEGARAAN

                  Warga negara merupakan salah satu unsur hakiki dan unsur pokok suatu negara. Status kewarganegaraan menimbulkan hubungan timbal balik antara warga negara dan negaranya. Setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban terhadap negaranya. Sebaliknya, negara mempunyai kewajiban membeerikan perlindungan terhadap warganya. Untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan melaksanakan amanat Undang-Undang Dasar sebagaimana tersebut di atas, undang-undang ini memperhatikan asas-asas kewarganegaraan umum atau universal, yaitu asas ius sanguinis, ius soli, dan campuran.

Adapun asas-asas yang dianut dalam undang-undang ini sebagai berikut:

  1. Asas ius sanguinis (law of the blood) adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan, bukan berdasarkan negara tempat kelahiran
  2. Asas ius soli (law of the soil) secara terbatas adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran, yang diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini.
  3. Asas kewarganegaraaan tunggal adalah asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang.
  4. Asas kewarganegaraan ganda terbatas adalah asas yang menentukan kewarganegaraan ganada bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini.

Undang-undang ini pada dasarnya tidak mengenal kewarganegaraan   ganda (bipatride) ataupun tanpa kewarganegaraan (apatride). Kewarganegaraan ganda           yang diberikan kepada anak dalam undang-undang ini merupakan suatu pengecualian.   Selain asas       tersebut diatas, beberapa asas khusus juga menjadi dasar penyusunan      undang-undang tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

  1. Asas kepentingan nasional adalah asas yang menentukan bahwa peraturan kewarganegaraan mengutamakan kepentinggan nasional indonesia, yang bertekad mempertahankan kedaulatannya sebagai negara kesatuan yang memiliki cita-cita dan tujuannya sendiri.
  2. Asasa perlindungan maksimum adalah asas yang menentukan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan penuh kepada setiap warga negara indonesia dalam keadaan apapun baik di dalam maupun di luar negeri
  3. Asas persamaan didalam hukum dan pemerintahan adalah asas yang menentukan bahwa setiap warga negara indonesia mendapatkan perlakuan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan.
  4. Asas kebenaran substantif, adalah prosedur pewarganegaraan seseorang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga disertai substansi dan syarat-syarat permohonan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pokok materi muatan yang diatur dalam undang-undang ini meliputi:

  1. Siapa yang menjadi warga negara indonesia
  2. Syarat dan tata cara memproleh kewarganegaraan republik indonesia;
  3. Kehilangan kewarganegaraan republik indonesia;
  4. Syarat dan tata cara memproleh kembali kewarganegaraan republik indonesia
  5. Ketentuan pidana

Isi UU No. 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia

KETENTUAN UMUM

  1. Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan:
  2. Warga negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
  3. Kewarganegaraan adalah segala ihwal yang berhubungan dengan warga negara.
  4. Pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan republik indonesia melalui permohonan.
  5. Menteri adalah menteri yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang kewarganegaraan indonesia.
  6. Pejabat adalah orang yang menduduki jabatan tertentu yang di tunjuk oleh menteri untuk menangani masalah kewarganegaraan republik indonesia
  7. Setiap orang adalah perseorangan,termasuk korporasi
  8. Yang menjadi warga negara indonesia adalah orang-orang bangsa indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Yang dimaksud dengan “bangsa indonesia asli” adalah orang indonesia yang menjadi warga negara indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain atas kehendak sendiri.
  9. Kewarganegaraan republik indonesia hanya dapat diperoleh berdasarkan persyaratan yang ditentukan dalam undang-undang ini.

 

WARGA NEGARA INDONESIA

  1. Warga negara indonesia adalah:
  2. Setiap orang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan perjanjian pemerintah republik indonesia dengan negara lain sebelum undang-undang ini berlaku sudah menjadi warga negara indonesia;
  3. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu warga negara indonesia;
  4. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara indonesia atau ibu warga negara asing;
  5. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu warga negara indonesia;
  6. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara indonesia;
  7. Anak yang lahir di wilayah republik indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya;
  8. Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah di kabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.

SYARAT DAN TATA CARA MEMPEROLEH

KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA

  1. Kewarganegaraan republik indonesia dapat juga diperoleh melalui pewarganegaraan
  2. Pemohon pewarganegaraan dapat diajukan oleh pemohon jika memenuhi syarat sebagai berikut:

 

  1. Telah berusia 18 tahun atau sudah kawin
  2. Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara republik indonesia paling singkat lima tahun; berturut-turut atau paling singkat sepuluh tahun tidak berturut-turut;
  3. Sehat jasmani dan rohani;
  4. Dapat berbahasa indonesia dan mengakui dasar negara pancasila dan undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945;
  5. Tidak pernah di jatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara satu tahun atau lebih;
  6. Jika dengan memperoleh kewarganegaraan republik indonesia, tidak berkewarganegaraan ganda;
  7. Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap;dan
  8. Membayar uang pewarganegaran ke kas negara.
  9. Warga negara asing yang kawin secara sah dengan warga negara indonesia dapat memperoleh kewarganegaraan republik indonesia dengan menyampaikan pernyataan menjadi warga negara dihadapan pejabat.

 

  1. KEHILANGAN KEWARGANEGARAAN

REPUBLIK INDONESIA

  1. Warga negara indonesia kehilangan kewarganegaraannya jika yang bersangkutan:
  2. memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri;
  3. tidak menolak atau melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu;
  4. dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh presiden atas permohonannya sendiri, yang bersangkutan sudah bersedia 18(delapan belas)tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal diluar negeri, dan dengan dinyatakan hilang kewarganegaraan repubik indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan;
  5. masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu oleh presiden;
  6. tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing;
  7. mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya.
  8. Kehilangan kewarganegaraan bagi suami atau istri yang terikat perkawinan yang sah tidak menyebabkan hilangnya status kewarganegaraan dari istri atau suami

 

  1. SYARAT DAN TATA CARA MEMPEROLEH KEMBALI KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA
  2. Seseorang yang kehilangan kewarganegaraan republik indonesia dapat memperoleh kembali kewarganegaraanya melalui prosedur pewarganegaran sebagaimana dimaksud dalam pasal sampai dengan pasal 18 dan pasal 22.
  3. Warga negara indonesia yang kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 huruf i, pasal 25, dan pasal 26 ayat 1 dan ayat 2 dapat memperoleh permohonan tertulis kepada menteri tanpa melalui prosedur sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 sampai dengan pasal 17.
  4. Persetujuan atau penolakan permohonan memperoleh kembali kewarganegaraan Republik Indonesia diberikan paling lambat tiga bulan oleh manteri atau pejabat terhitung sejak tanggal diterimanya permohonan.
  5. Menteri yang diumumkan nama orang yang memperoleh kembali kewarganegaraan Republik Indonesia dalam Berita Negara Republik Indonesia.
  6. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara memperoleh kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam Peraturan Pemerintah.

KETENTUAN PIDANA

  1. Pejabat yang karena kelalaiannya melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana ditentukan dalam Undang-undang ini sehingga mengakibatkan seseorang kehilangan hak untuk memperoleh atau memperoleh kembali dan kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun.
  2. Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat i dilakukan kerena kesengajaan, dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun.
  3. Setiap orang dengan sengaja memberikan keterangan palsu, termasuk keterangan di atas sumpah, membuat surat atau dekumen palsu,memalsukan surat atau dekumen dengan maksud untuk maksud untuk memakai atau menyuruh memakai keterangan surat atau dekumen yang dipalsukan untuk             memperoleh kembali kewarganegaraan republik indonesia dipidana dengan         pidana penjara paling singkat 1 tahun paling lama 4 tahun dan denda paling sedikit 250.000.000,00 dan paling banyak 1.000.000.000,00.
  4. Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan keterangan palsu, termasuk keterangan diatas sumpah, membuat surat atau dokumen palsu, memalsukan surat atau dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 4 tahun.
  5. Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 dilakukan korporasi, pengenaan pidana dijatuhkan kepada korporasi dan pengurus yang bertindak untuk dan atas nama korporasi.
  6. Korporasi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dipidana dengan pidana denda paling sedikit Rp.1.000.000.000.00 dan paling banyak Rp.5.000.000.000.00 dan dicabut izin usahanya.
  7. Pengurus korporasi sebagimana dimaksud pada ayat 1 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan denda paling sedikit Rp.1.000.000.000,00 dan paling banyak Rp.5.000.000.000,00.

 

KETENTUAN PERALIHAN

  1. Permohonan pewarganegaran,pernyatan untuk menjadi Warga Negara         indonesia,        atau permohonan untuk memperoleh kembali            Kewarganegaraan Republik Indonesia yang telah diajukan kepada Menteri            sebelum Undang-undang ini berlaku dan belum diproses, diselesaikan     berdasarkan ketentuan undang-undang ini.
  2. Warga Negara Indonesia yang bertempat tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia selama 5 tahun atau lebih tidak melaporkan diri kepada      Perwakilan Republik Indonesia dan telah kehilangan Kewarganegaraan     Republik Indonesia sebelum undan-undang ini diundangkan dapat memperoleh kembali Kewarganegaraannya dengan mendaftarkan diri di           Perwakilan Republik Indonesia dalam waktu paling lambat tiga tahun sejak           Undang-undang ini diundangkan sepanjang tidak mengakibatkan          kewarganegaraan ganda.
  3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pebdaftaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 dan Pasal 42 diatur dengan Peraturan Menteri yang harus         ditetapkan paling lambat 3 bulan sejak Undang-undang ini diundangkan.

 KETENTUAN PENUTUP

  1. Pada saat undang-undang ini berlaku:
  2. Undang-undang Nomor 62 tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 113, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1647) Sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 3 tahun 1976 tentang perubahan Pasal 18 Undang-undang Nomor 62 tentang kewarganegaraan Republik Indonesia dicabut dan dinyatakn tidak berlaku.
  3. Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 62 tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Nomor 3 Tahun 1976 tentang perubahan pasal 18 Undang-undang Nomor 62 tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti berdasarkan ketentuan dalam Undang-undang.
  4. Peraturan pelaksanaan Undang-undang ini harus telah ditetapkan paling lambat 6 bulan sejak undang-undang ini diundangkan.
  5. Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

 

Disusun Oleh:

Iqbal Abdussalam :1621010075

Mat Rudini S.                         :1621010019

Marwan Gufron                      :1621010084

Maulana Andryan                   :1621010034

Musthofa                                 :1621010118

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *