Kisah Mahasiswa KKN Layaknya Film FTV SCTV

ULUBELU – Bagi penggemar film romansa anak-anak muda tentu suka menontot film FTV yang ditayangkan di SCTV. Kisahnya biasanya tentang mahasiswa mengabdi di sebuah kampung yang terpencil dan diselingi dengan kisah cinta mahasiswa dengan warga di kampung.

Nah, bisa jadi kisah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung yang tengah melakukan pengabdian berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Ulubelu, Tanggamus ini juga mirip seperti kisah-kisah dalam film FTV tersebut. Namun, tidak dalam masalah percintaannya. Sebab, mahasiswa dan mahasiswi UIN dituntut untuk berakhlak serta menjaga nama baik almamater.

Mahasiswa KKN ini harus menempuh perjalanan berjam-jam dari pusat Kota Bandar Lampung. Setelah naik bus, para mahasiswa ini harus naik truk bak terbuka, ada juga yang naik mobil L300 dengan berjubel dengan perabotan yang mereka bawa. Seperti koper, kompor, printer maupun yang lainnya. Mereka antara lain yang tergabung dalam kelompok KKN 194 dan 195 yang akan melakukan pengabdian di Desa Sinar Banten II, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus.

Foto Bersama Sebelum Berangkat Naik Bus

Kelompok ini terbagi dalam dua kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 13 yakni 4 Mahasiswa dan 9 Mahasiswi. Mereka berangkat pada 20 Juli 2019 dan akan mengabdi selama 40 hari. Perjalanan menuju lokasi KKN Desa Sinar Banten II memakan waktu kurang lebih 8 jam, 4 jam menggunakan bus dan 4 jam menggunakan mobil pick up. Rute perjalanan yang ekstrim karena berada dipegunungan dan banyak jurang disisi tepi jalan. Medan jalan yang berupa tanah dan bebatuan menjadikan kendaraan susah untuk melaju dengan normal.

“Setelah 8 jam perjalanan akhirnya kamipun tiba di desa Sinar Banten II dan segera menuju rumah Bapak Lurah Desa Sinar Banten II, karena mengalami sedikit masalah dengan rumah posko, akhirnya kamipun memilih untuk pindah dari posko semula. Ke posko baru yang telah dimusyawarahkan oleh Lurah setempat. Kamipun kemudian menuju rumah posko tersebut,” kata salah seorang mahasiswi KKN, Yati Mu’jizatin.

Sesampainya dirumah posko kami disambut dengan ramah oleh pemilik rumah dan dijamu dengan makan bersama. Setelah makan dan sholat maghrib kamipun merapikan barang-barang bawaan kami dikamar yang telah disediakan. Malam harinya kami gunakan untuk istrahat, karena sangat lelah telah melakukan perjalanan jauh selama 8 jam.

“Semoga kami bisa memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat desa sini. Terimakasih juga kepada dosen pembimbing kami Bapak Fathul Mu’in, yang telah memberikan motivasi dan pengarahan dengan baik,” ujarnya.

Foto Bersama di Tengah Keindahan Alam Pegunungan Tanggamus

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Fathul Mu’in, berpesan kepada para mahasiswanya agar bisa jaga diri sekaligus menyerap ilmu kehidupan di tengah-tengah masyarakat sekaligus ikut mengembangkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di desa tersebut.

“Setelah belajar di kampus saatnya mahasiswa belajar di tengah masyarakat. Semoga bisa berkontribusi untuk Desa Sinar Banten,” kata dosen Fakultas Syariah dan Hukum tersebut. (YM/R2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *