122 Karya Ilmiah Dunia Dipresentasikan di Forum AICIS 2018

PALU. Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke 18 yang diselenggarakan di Palu, diikuti sekitar 57 Perguruan Tinggi Keagmaan Negeri se Indonesia. Rektor IAIN Palu, Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd membuka Education Expo mengatakan kegiatan itu akan menampilkan banyak karya ilmiah dunia.

Pameran yang digelar di halaman gedung Pasca Sarjana IAIN Palu tersebut akan menampilkan 122 karya ilmiah dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, dan juga berbagai keunggulan dan budaya khas dari masing-masing daerah.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Palu mengemukakan bahwa pameran ini memberikan manfaat yang cukup banyak kepada IAIN Palu dan dan PTKIN lainnya, “Selain sebagai ajang silaturahmi antar sesama PTKIN, pameran ini juga bisa menjadi media pertukaran informasi, baik secara tertulis ataupun lisan, antar sesama perguruan tinggi dibawah naungan Kementerian Agama.” Ujarnya, Senin (18/9/2018).

Sagaf menambahkan bahwa semangat AICIS kali ini tidak terlepas dari konsep-konsep Islam yang moderat atau Islam wasathiyah. Dengan begitu, pameran pendidikan AICIS ini juga mengacu pada konsep-konsep tersebut.

Pameran yang akan berlangsung dari tanggal 17 hingga 20 September ini,  selain diikuti oleh 57 PTKIN, juga diikuti oleh beberapa Perguruan Tinggi se-Kota Palu dan beberapa Perguruan Tinggi dari kabupaten se-Sulteng baik negeri maupun swasta.

Terpisah, tampil sebagai salah satu pembicara dalam On Stage Discussion 1 konferensi international AICIS 2018, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amir mengatakan bahwa, PTKIN memiliki peran penting dalam perkembangan kajian keislaman(Islamic studies). Menurutnya sudah saatnya PTKIN berkonsentrasi dalam melahirkan karya-karya yang monumental dalam Islamic studies, sehingga dapat menjadi rujukan bagi kalangan intelektual dunia.

Diskusi yang bertema The Current Development of Islamic Studies  ini, dipandu oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim. Hadir pula sebagai pembicara lainnya;  Amelia Fauzia dari Asia Research Institute National University of Singapure, Prof Machasin dari Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Staf Ahli Menteri Agama Prof Oman Faturrahman, dan Akademisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr H M Amin Abdullah.

Amin Abdullah berpandangan bahwa tugas PTKIN dewasa ini memang cukup berat karena harus mempelajari kajian islam dan kajian umum secara bersamaan. Sementara Machasin berpandangan bahwa bekal yang dimiliki oleh PTKIN terkait kajian keislaman masih sangat sedikit. Oleh karena Oman Faturrahman memberikan solusi untuk lebih mengembangkan kajian islam berbasis manuskrip. Menurutnya hal tersebut perlu untuk diperhatikan.

Sementara Amelia Fauzi mengungkap bahwa perkembangan kajian Islamic Studies di Indonesia terus mengalami perubahan dari  abad 20 ke abad 21. “Dulu kajian Islamic Studies hanya terbatas pada konsep tradisional, sekarang sudah mengarah pada menjadi kajian implementatif. Ini cukup positif karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat.” ungkapnya.

Diskusi yang berlangsung di auditorium IAIN Palu ini merupakan rangkaian kegiatan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-18 yang berlangsung mulai 17-20 September 2018 di Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini akan di buka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di Mercure Hotel Palu pada Selasa, 18 September 2018. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *