Menteri BUMN Tinjau Tol Lampung

BANDAR LAMPUNG. Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau progres pembangunan jalan tol sumatera, Kamis (30/8). Setidaknya nilai investasi untuk jalan tol trans-Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni—Indralaya mencapai Rp42,99 triliun.

Menurut Menteri BUMN Rini Soemarno, pengadaan tanah tidak sesuai dengan rencana. Misalnya adanya sengketa kepemilikan tanah dan tidak kesepakatan Uang Ganti Rugi (UGR) yang menjadi tantangan sosial. Selain itu sebagian besar karakteristik tanah dimulai dari lunak, berpasir, gambut dan bebatuan. Hal itu memerlukan penanganan khusus untuk konstruksi.

Untuk pekerjaan pada ruas tol Mesuji, Lampung, hingga Kayuagung, OKI dengan karakteristik tanah gambut dibutuhkan teknologi untuk percepatan pembangunan. “Pada lahan rawa dibutuhkan metode sail improvement (vacuum preloading) dengan waktu pengerjaan kurang lebih empat bulan,” katanya.

Hingga akhir Agustus 2018, ujar Rini, pengadaan lahan ruas Bakauheni—Terbanggibesar sepanjang 140 km telah mencapai 96,40%. Sementara pengerjaan fisik 86,02%. Ruas Pematangpanggang—Kayuagung dengan pengadaan lahan 90,80% dengan fisik mencapai 73%. Lalu ruas Palembang—Indralaya masalah pengadaan lahan mencapai 100% dengan fisik 95,46%.

“Investasi yang dibutuhkan untuk konstruksi ruas Bakauheni—Terbanggibesar Rp16,79 triliun. Ruas Pematangpanggang—Kayuagung Rp21,95 Triliun dan Palembang—Indralaya Rp4,25 triliun dengan sumber dana berasal dari equity PT Hutama Karya (PMN) dan pinjaman,” kata dia.

Dia berharap adanya jalan tol dapat meningkatkan pendapatan pajak negara. Lalu, meningkatkan nilai properti dan mempersingkat jarak tempuh. “Terdapat potensi pengembangan perumahan, penyerapan tenaga kerja, karena JTTS menghubungkan pusat pertumbuhan ekonomi dan mempersingkat waktu tempuh,” kata dia. Dalam kunjungan tersebut, Rini juga sempat berjoget dengan para pegawai.

Untuk mempersingkat waktu tempuh, Rini memerinci semula Pelabuhan Bakauheni—Kayuagung ditempuh sembilan jam karena panjangnya mencapai 325 km. Jika masyarakat menggunakan jalan tol maka dapat ditempuh empat jam dengan kecepatan rata-rata 100 km per jam,” kata orang dekat Megawai tersebut. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *