Fraksi PKS Metro Minta Penggunaan Dana Covid-19 Efisien dan Transparan

METRO (WAWAI.ID) – Fraksi PKS DPRD Kota Metro meminta penggunaan dana covid-19 dilakukan dengan transparan dan efisien. Hal itu agar laju penyebaran virus dapat ditekan dan masyarakat yang terdampak covid bisa terbantu.
Hal itu disampaikan PKS saat memberikan pandangan fraksi yang disampaikan Yulianto dalam rapat paripurna DPRD, Selasa, 8 September 2020. Sesuai dengan Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Kota Metro tahun anggaran 2020, struktur APBD Kota Metro adalah pendapatan turun sebesar Rp. 29.45 Milyar atau turun (3,1 %). Dari sebelumnya Rp.943,59 Milyar menjadi Rp.914.14 Milyar dan belanja bertambah sebesar Rp.5.83 Milyar atau (0,6 %).Dari sebelumnya Rp.1,009 Triliyun menjadi Rp. 1,015 Triliyun.

“Berdasarkan data tersebut dan berdasarkan dokumen perubahan APBD yang kami terima, ada beberapa poin yang menjadi kajian kami,” kata Yulianto.

Dari sisi pendapatan, terjadi penurunan pendapatan akibat dana perimbangan yang bersumber dari APBN akibat Pandemi Covid.19 tentu harus mendorong Pemerintah untuk mendayagunakan semua potensi untuk menggenjot pendapatan dari pos-pos lain sehingga pelaksanaan program dan kegiatan tidak mengalami gangguan signifikan terutama program dan kegiatan yang meliputi 6 (enam) urusan wajib yang menjadi kewenangan daerah. Mohon penjelasan langkah strategis dan konkrit saudara walikota dalam meningkatkan pendapatan Kota Metro selain yang bersumber dari dana perimbangan.

Selain itu, kami Fraksi PKS Kota metro juga memberikan saran untuk lebih meningkatkan PAD Kota Metro, maka diperlukan adanya perhatian yang lebih dan pengelolaan yang profesional pada sector pajak dan retribusi. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sector retribusi/pajak Parkir kendaraan, pajak hotel, pajak restaurant atau rumah makan hasilnya sudah meningkat namun belum optimal. Oleh karena itu Pemerintah Kota Metro perlu melakukan pemuktahiran data dan pengawasan yang ketat sehingga proses pemungutan pajak dapat dilaksanakan dengan baik dan optimal.

Dari sisi belanja, secara Umum Fraksi PKS DPRD Kota Metro memandang perubahan belanja daerah T.A 2020 yang mengalami peningkatan Rp.5,83 Milyar diarahkan pada dua hal yaitu penanganan Pandemi Covid.19 serta dampaknya dan Pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah. Terkait hal tersebut kami meminta penjelasan saudara Walikota tentang penggunaan dana refocusing covid.19.
“Kami juga berharap saudara walikota secara terukur bisa menjelaskan hal tersebut kepada masyarakat,” ujarnya.

Di bidang Pendidikan, masa pandemi dan kondisi kasus positif di Kota Metro beberapa pekan lalu sudah semestinya mengharuskan Dinas terkait mengambil langkah sangat berhati-hati untuk membuka kembali proses Kegiatan Belajar Mengajar secara tatap muka. Kemudian Pembangunan Infrastruktur, telah banyak informasi dan masukan terkait kondisi beberapa ruas jalan di Kota Metro yang mengalami kerusakan cukup parah dan beberapa elemen masyarakat secara mandiri melakukan rehabilitasi jalan. Tentu ini menjadi hal yang tidak elok untuk menutup pemerintahan saudara walikota dengan infrastruktur jalan yang cukup banyak mengalami kerusakan. Harapan kami Fraksi PKS DPRD Kota Metro, saudara walikota bisa segera melakukan rehabilitasi jalan-jalan yang mengalami kerusakan cukup parah tersebut, antara lain : Jalan Budi Utomo, Metro Selatan, Jalan Patimura, Metro Utara dan lainnya.

“Kami berharap dalam pelaksanaan program benar-benar efisiensi, optimal, adaptasi sesuai dengan kondisi yang kita alami saat ini dan sinkronisasi yang didukung dengan data yang valid. Mengingat waktu pelaksanan APBD perubahan tahun 2020 sangat singkat,” ujarnya. Pandangan fraksi itu ditutup oleh Yulianto dengan syair “Senyum manis”. Syair tersebut membuat suasana menjadi ceria dan bergemuruh. (JKO/W1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *