DPRD Metro Minta Renovasi Shopping Centre Tidak Dilakukan Pihak Tiga

METRO – DPRD Kota Metro mendesak renovasi Pusat Pertokoan Shopping Centre. Para wakil rakyat itu juga meminta proses pembangunannya tidak dilakukan oleh pihak ketiga.

Anggota Komisi II DPRD Kota Metro, Alizar, menyikapi terbitnya surat pemberitahuan dari Dinas Perdagangan setempat, nomor 030/64/D.18.03/2019, tertanggal 25 April 2019, yang ditujukan kepada eks pedagang/penyewa toko dan pedagang kaki lima di seputar Shopping Centre, terkait rencana peremajaan pusat perbelanjaan itu.

“Harapan kami pelaksanaan renovasi tidak dilakukan oleh pihak ketiga. Sebab, membangun gedung pertemuan senilai Rp 42 miliar saja Pemkot Metro mampu. Ini menyangkut kelangsungan perekonomian rakyat,” kata Alizar, Selasa (7/5/2019).

Alizar mencontohkan, saat ini proses renovasi Ruko Sumur Bandung, juga dipihak ketigakan, dan dipastikan pendapatan asli daerah (PAD) dari pihak pengelola nilainya tidak seberapa, termasuk Pasar Koppindo. “Ini artinya, dapat dijadikan bahan kajian agar renovasi Pertokoan Shopping Centre tidak dipihakketigakan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, rencana renovasi Shopping Centre dengan tidak menyediakan penampungan sementara, melainkan dengan mengarahkan ke lokasi pasar yang dikelola pengembang, dinilai tindakan yang tidak memanusiakan pedagang. “Kalau mau memindahkan pedagang, manusiakanlah mereka, dengan menyediakan tempat penampungan sementara. Kalau harus menyewa, itu bukan tempat penampungan sementara,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam surat pemberitahuan rencana renovasi Pertokoan Shopping Centre yang ditandatangani Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro LM Hutabarat disebutkan,  rencana renovasi dengan alasan di antaranya umur bangunan sudah mencapai 38 tahun, dan kondisi bangunan sudah retak-retak serta atap bocor. (*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *