DPRD Metro Gelar Sidang Paripurna LPJ Wali Kota

METRO – DPRD Kota Metro menggelar sidang paripurna penyampaian LPJ Wali Kota Metro Achmad Pairin akhir tahun anggaran 2018,  Selasa, (2/4/2019). Sidang paripurna tersebut juga dihadiri Wakil Walikota, Djohan, Kapolres, Dandim 0411/LT, Kepala Dinas, Camat dan Lurah.

Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Kota Metro, Ana Morinda. Laporan pertama disampaikan Sekwan Budiono tentang surat masuk ke DPRD Kota Metro. Selanjutnya penyampaian LPJ Walikota Metro, Pairin, yang merupakan implementasi UU Nomor 9 tahun 2015 tentang pemerintahan daerah serta peraturan pemerintah Nomor 3 tahun 2007 tentang LPPJ kepada pemerintah, LKPJ kepada DPRD dan informasi LPPJ kepada masyarakat.

LPJ Walikota Metro tahun ini merupakan gambaran pelaksana program dan kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan tahun 2018. Dalam LPJ didalamnya terdapat capaian kinerja maupun anggaran serta kendala didalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Adapun LPJ kali ini meliputi :

  1. Laporan tentang arah kebijakan umum pemerintah daerah
  2. Laporan pengelolaan keuangan daerah serta secara makro
  3. Laporan penyelenggaraan urusan disentralisasi
  4. Laporan penyeleggaraan tugas pembatuan
  5. Laporan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.

“Perkembangan kondisi umum Kota Metro dari aspek kesejahteraan masyarakat sebagai bentuk impat batas pelaksanaan pembangunan. Adapun jumlah penduduk Kota Metro pertanggal 31 Desember 2018 berdasarkan data dinas Disdukcapil Kota Metro adalah 168,458 jiwa dengan pertumbuhan penduduk sebesar 286 jiwa atau 1,38 persen dengan rasio jenis kelamin 101,4 dan menunjukkan komposisi penduduk laki laki di Kota Metro hampir sama dengan penduduk perempuan, yang berarti untuk setiap 100 penduduk perempuan terdapat 101 penduduk laki – laki. Sedangkan pratakata jumlah anggota perkeluarga berjumlah 3,44 artinya setiap keluarga memiliki anggota sebanyak 3 sampai 4 orang,” kata Pairin dalam LPJ nya.

Selain itu, struktur penduduk menurut kelompok umur dapat digunakan untuk melihat secara angka ketergantungan,yaitu gambaran beban tanggungan ekonomi kelompok usia produktif yaitu usia 15 sampai 64 tahun dan usia muda 0 sampai 14 tahun dan usia tua 65 tahun ke atas. Oleh karena itu angka beban ketergantungan Kota Metro tahun 2018 adalah 40,1 persen yang berarti untuk setiap seratus penduduk usia produktif akan menanggunng sekitar 40 orang penduduk usia penduduk yang tidak produktif.

Ditambahkan Pairin, kepadatan penduduk di Kota Metro Lampung tahun 2018 adalah 2.415 jiwa perkilometer persegi, sebagai contoh, Kecamatan Metro Pusat luas wilayah 11,71 kilometer persegi merupakan wilayah paling padat penduduk yakni 4.565 jiwa perkilometer persegi. Kecamatan Metro pusat mempunyai jumlah penduduk yang meliputi sekitar 32 persen dari total penduduk Kota Metro.

Kecamatan Metro Selatan luas wilayah 20,85 persen hanya ditempati warga hanya 10,33 persen dan kecamatan ini memiliki kepadatan penduduk terendah 1,214 jiwa perkilometer persegi walaupun wilayah ini meliputi area persawahan namun pemukiman sudah banyak berkembang dikecamatan tersebut. (ADV)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *