Kartu Petani Berjaya Andalan Arinal-Nunik Dilouncing Desember

BANDAR LAMPUNG (WAWAI.ID) – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi siap menjadikan Program Kartu Petani Berjaya (KPB) sebagai proyek percontohan (pilot project) nasional khususnya penanganan permasalahan pertanian. Program Kartu Petani Berjaya itu rencananya akan di launching pada Desember 2019.

“Gubernur di Indonesia cuma satu yang insinyur pertanian. Jadi saya siap untuk menjadikan Lampung sebagai pilot project penanganan pertanian. Hari ini kita konsolidasi agar kesiapan kita ke depan lebih serius lagi dan lebih meningkat lagi. Bagaimanapun juga pertanian di Lampung menjadi andalan nasional,” kata Arinal saat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Melalui Program KPB, di Balai Pelatihan Pertanian Lampung, seperti dilansir situs resmi Humas Pemprov Lampung, Kamis (3/10/2019).

Arinal menegaskan dirinya akan memperjuangkan pertanian di sektor hilir untuk memberikan kesejahteraan para petani. “Saya mengajak agar kita berkonsolidasi. Jangan puas dengan apa yang kita capai yang bersifat hulu tetapi kita harus tingkatkan melalui hilir agar rakyat kita pada masa yang akan datang bisa lebih baik lagi. Oleh karena itu, KPB yang sifatnya mensukseskan program-program hulu tetapi juga meningkatkan pendapatan,” kata Arinal.

Gubernur mengungkapkan bahwa peluncuran KPB nantinya akan diikuti oleh setiap Kabupaten. “Dengan KPB, petani lebih mudah untuk mendapatkan bantuan benih, pupuk dan permodalan. Kalau saya sudah membenahi dengan lebih baik, maka wujud dari KPB nya akan lebih mudah. Saya datang kesini untuk memberikan semangat,” ujar Gubernur.

Selain Program KPB untuk mengatasi permasalahan pembangunan pertanian, kata Arinal, Pemprov Lampung juga akan fokus pada beberapa arah kebijakan. Salah satunya, menjadi kawasan sentra perbenihan.

“Saya sudah diberikan kesempatan oleh Menteri Pertanian agar Lampung menjadi kawasan sentra perbenihan. Benih itu nantinya tidak hanya untuk kepentingan Lampung tetapi juga daerah lain, seperti Sumatera Selatan dan Bengkulu. Benih tidak hanya padi tetapi benih untuk jagung,” kata dia.

Sedangkan untuk perkebunan, lanjut Arinal, Provinsi Lampung akan mengembalikan kejayaan komoditi-komoditi perkebunan, seperti kopi, lada dan kakao. “Untuk peternakan sendiri, diharapkan Provinsi Lampung dapat menjadi lumbung ternak nasional. Insyallah peternakan kita akan menjadi lebih baik, tidak hanya sapi tetapi kambing dan ayam,” katanya.

Gubernur bertekad melakukan peningkatan produktivitas dan nilai tambah ekonomi untuk komoditas tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan, dan hutan kemasyarakatan.

Hal itu ditempuh melalui program subsidi, insentif, fasilitasi pemasaran, fasilitasi permodalan, fasilitasi inovasi dan teknologi produksi, penyediaan saprodi dan alsintan.

“Saya minta kepada Kepala Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota yang menangani pertanian dapat memetakan kawasan sentra produksi komoditas unggulan Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan yang terintegrasi sampai dengan unit pengolahan hasil dan pemasaran, dan bekerja sama dengan pihak swasta dalam hal pemasaran,” ujarnya.

Untuk para penyuluh, organisasi pertanian seperti Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Gapoktan, Arinal berharap dapat berperan aktif sebagai ujung tombak mendukung kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan KPB di lapangan.

“Organisasi petani demi kepentingan kemajuan rakyat yang bergerak di bidang pertanian. Bekerja, berpikir dan berjuang dalam hati, bagaimana memakmurkan Lampung dan petani pada masa yang akan datang,” katanya.

Tim Perumus KPB Yusuf Sulfarano Barusman mengatakan Program KPB sendiri ditargetkan akan dilaunching pada Desember 2019 mendatang. Yusuf mengatakan sekitar tiga hingga lima Kabupaten siap melakukan launching Program KPB secara bertahap. Namun, tidak menutup kemungkinan, peluncuran juga dilakukan di 15 Kabupaten/Kota.

“Diawali dengan beberapa Kabupaten yakni 3 hingga 5 Kabupaten dahulu dan bertahap, disetiap bulan mungkin akan ada launching. Tetapi 15 Kabupaten/Kota juga bisa, tinggal kesiapan infrastruktur level desanya, saya pikir bisa,” ujar Yusuf yang juga Rektor Universitas Bandar Lampung, tersebut.

Yusuf mengatakan teknologi informasi KPB sudah siap diujicobakan. Tinggal pada sistem di lapangannya. “Untuk uji coba di teknologi informasi sudah oke tinggal sekarang sistem di lapangannya bisa bekerja, yakni dengan mengadakan bimtek seperti ini. Yang jelas untuk saat ini kita sudah tahu peta profil masing-masing petani dari 700 ribuan lebih petani seperti dimana petani itu tinggal, menanam apa dia, berapa luas lahannya, kondisi keluarganya bagaimana kita sudah tahu,” katanya.

Program KPB sendiri, nantinya akan bisa diakses melalui website kartupetaniberjaya.com dan akan hadir pada aplikasi di smartphone. “Nanti pak Gubernur juga bisa mengakses melalui aplikasi dengan memiliki dashboard sendiri untuk mengetahui perkembangan dari KPB,” ujarnya. (HEN/W1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *