SYIAR

Resmi Jadi Perguruan Tinggi, Instidla Terus Perluas Jaringan
PENDIDIKAN, SYIAR

Resmi Jadi Perguruan Tinggi, Instidla Terus Perluas Jaringan

BANDAR LAMPUNG (WAWAI.ID) - Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Diniyyah Lampung (INSTIDLA), Pesawaran, Arsyad Sobby Kesuma, terus memperluas jaringan. Kampus tersebut beserta jajaran bersilaturahmi ke UIN Raden Intan Lampung, Kamis (23/7/2020). Kunjungan ini diterima langsung oleh Rektor UIN Moh Mukri. Maksud dan tujuan silaturrahim tersebut, Dr. Arsyad menyampaikan, untuk belajar dan bersinergi dalam pengembangan lembaga dalam hal ini perguruan tinggi. Di samping itu, menurutnya, sebagai kampus yang baru lahir tentunya perlu membangun dan memperkuat jaringan. Dia juga menjelaskan bahwa Kampus INSTIDLA berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 633/M/2020 tertanggal 8 Juli 2020 tentang Izin Pendirian Institut Teknologi dan Bisnis Diniyyah Lampung....
Komunitas Bandar Lampung Galang Dana Untuk Rohingya
RAGAM, SYIAR

Komunitas Bandar Lampung Galang Dana Untuk Rohingya

BANDAR LAMPUNG (WAWAI.ID) - Di tengah kondisi new normal akibat pandemi Covid 19, kepedulian pemuda Lampung terhadap permasalahan sosial tak pernah surut. Sepuluh elemen Komunitas dan Himpunan Mahasiswa menggalang dana peduli pengungsi Rohingya di Tugu Adipura Bandar Lampung. Komunitas yang sudah tergabung di antaranya Muslimah Khansa Community, ADO, HMJ Sosiologi Unila, UKM Bapinda, Risma Al Hidayah Gunung Agung, Risma Al Amin Labuhan Dalam, Elbravium Care, Squad Ambulance Indonesia, GMI dan Tempat Nasi Gratis. Koordinator Lapangan Aksi Denny Ahmadi dari Tempat Nasi Gratis mengatakan aksi yang berlangsung berawal dari rasa prihatin terhadap 99 pengungsi etnis Rohingya yang terdampar di Aceh Utara. Di mana dalam rombongan tersebut terdapat puluhan anak-anak yang seharusnya mendapat h...
Pergeseran Makna Tradisi Punjungan Masyarakat Jawa di Lampung
PENDIDIKAN, SYIAR

Pergeseran Makna Tradisi Punjungan Masyarakat Jawa di Lampung

Oleh Ahmad Burhanuddin,M.H.I Dosen Fakultas Syariah UIN Raden INtan Lampung Adat gotong-royong, punjung-memunjung, tolong menolong dan menghormati orang tua serta orang yang dituakan disuatu desa merupakan budaya yang dijunjung tinggi oleh masyrakat jawa, meskipun sudah tidak tinggal lagi di pulau jawa. Pada masa lalu punjungan/tonjokan/ngenei rasan merupakan sarana yang dimaksudkan untuk menghormati orang tua,  sesepuh desa, tokoh masyarakat dan saudara atau kerabat sebagai rasa penghormatan, mohon ijin dan mohon doa restu bahwa yang bersangkutan akan mengadakan hajatan atau biasanya juga dilakukan dalam rangka menjelang hari raya. Hal ini dilakukan agar seseorang yang akan mempunyai hajat bisa sukses dan berkah serta mendapat dukungan penuh dari orang tua,  sesepuh desa, tokoh mas...
Sebrangi Jembatan Bambu, Wanita PUI Lampung Terus Berbagi Kebahagiaan
RAGAM, SYIAR

Sebrangi Jembatan Bambu, Wanita PUI Lampung Terus Berbagi Kebahagiaan

BANDAR LAMPUNG (WAWAI.ID) - Sayap ormas besar Persatuan Umat Islam (PUI) yaitu Wanita PUI membagikan paket kebahagiaan melalui Gerakan Melihat Tetangga (GMT), Jumat, (15/5/2020). Gerakan ini lanjutan rutin pekanan setiap hari jumat dalam rangka membantu tetangga kanan kiri rumah kader PUI yang terdampak Covid 19 khususnya secara ekonomi. Ketua Wanita PUI Provinsi Lampung Kiki Zakia mengatakan bahwa wanita PUI Konsisten dalam membangun ummat setidaknya kegiatan ini rutin akan meringankan beban saudara saudara kita. Sadikin, salah satu warga penerima mengungkapkan banyak terima kasih atas semua yang sudah diberikan, semoga PUI selalu menwbar kebaikan. Okta, salahsatu kader PUI mengungkapkan berbagi kebahagiaan ini dalam bentuk lauk matang, untuk masyarakat yang kesulitan secara ekonomi...
Kasih Yang Sempurna
SYIAR

Kasih Yang Sempurna

Dr. Agus Hermanto, MHI, Dosen UIN Raden Intan Lampung Ketika Nabi Muhammad saw., kedatangan tamu dari segerombolan Yahudi, dan mereka mengatakan (السام يا محمد) kalimat ini sekilas terkesan seperti assalamualaikum ya Muhammad, tapi sesungguhnya bukan, melainkan artinya adalah racun bagimu ya Muhammad bukan leselamatan bagimu ya Muhammad. Maka Aisyah marah dan menjawab dengan suara nyaring, (وعليكم السام واللعنة) dan bagimu racun dan laknat, maka mendengar itu kemudian Rasulullah mengatakan pada Aisyah, (مهلا يا عائشة إن الله يحبّ الرفق فى الأمر كله) Nabi mencoba untuk menenangkan Aisyah ra., santai ya Aisyah, sesungguhnya Allah mencintai sopan santun (perdamaian) pada setiap perkara. Kemudian Aisyah mengatakan kepada Nabi, apakah engkau tidak mendengar atas ucapan yang dilontarkan ...
Sejarah Masuknya Islam ke Nusantara
SYIAR

Sejarah Masuknya Islam ke Nusantara

Kedatangan dan Perkembangan Islam Awal sejarah dan berkembangnya Islam di Nusantara tampak sangat rumit dan cukup problematis, tapi menarik untuk dibahas. Banyak masalah yang muncul tentang adal-usul dan perkembangan Islam di kawasan ini. Problem yang muncul bukan hanya karena perbedaan-perbedaan tentang apa yang di maksud dengan ‘Islam’ oleh para ahli, tapi lebih penting dari itu karena minimnya data yang memungkinkan kita untuk merekonstruksi suatu sejarah yang dapat dipercaya. Menarik untuk memahami dan menjelaskan Islam datang berkembang di kepulauan Melayu-Indonesia mengingat bahwa posisi geografis wilayah ini yang berbeda jauh dari pusat-pusat Islam di Timur Tengah. Proses islamisasi di Nusantara juga berbeda dengan daerah lainnya, dimana prosesnya dilakukan secara damai karena...
Hukum SPA Saat Puasa
SYIAR

Hukum SPA Saat Puasa

Oleh Dr. Agus Hermanto, MHI Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung SPA, berasal dari istilah Solus Per Aqua yang berarti perawatan dengan menggunakan cairan, yaitu dengan cara berendam dalam air selama beberapa saat agar kulit menjadi bugar, fres, awet muda dan tidak gampang marah karena urat uratnya telah menjadi lentur. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah hukum SPA membatalkan puasa? Jika kita perhatikan bahwa proses SPA adalah berendam dalam air, yang dalam hal ini ada kekhawatiran yang tinggi, di antaranya masuknya air kedalam anggota tubuh kita, yang dapat membatalkan tubuh, kalau memang kekhawatiran itu dilakukan, maka minimal makruh, karena sesungguhnya hanya dua (orang yang berpuasa) yang tahu tentang posisi puasanya sah atau tidak, artinya masuk air ke anggota tubuh...
Hukum Mencicip Makanan Saat Puasa
SYIAR

Hukum Mencicip Makanan Saat Puasa

Oleh Dr. Agus Hermanto, MHI, Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung Mencicip makanan merupakan hal yang biasa dilakukan oleh seorang wanita di saat sedang memasak makanan atau sayuran, untuk bisa dirasakan apakah masakannya sudah cocok atau belum, mungkin kurang manis, kurang asin dan sebagainya. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana hukumnya mencicip makanan saat sedang puasa? Mencicipi makanan saat sedang puasa hukumnya boleh dengan syarat hanya untuk mencicipi rasa makanan dan mampu mengendalikan untuk tidak sampai ketelan baik sengaja maupun tidak sengaja. Namun jika mencicipi makanan khawatir tertelan maka hukumnya makruh, adapun jika justru menyengajakan menelannya maka puasanya batal, karena ia tidak mampu menahan dari hal hal yang membatalkan puasa, yaitu masukny...
Wahdatul Wujud dan Insan Kamil (Akhlak Tasawuf)
SYIAR

Wahdatul Wujud dan Insan Kamil (Akhlak Tasawuf)

BAB I PENDAHULUAN A. Pendahuluan Tasawuf falsafi adalah sebuah konsep ajaran tasawuf yang mengenal Tuhan (Ma’rifat) dengan pendekatan rasio (filsafat) menuju ke tingkat tinggi, dan itu bukan hanya mengenal Tuhan saja (ma’rifatullah), melainkan kesatuan wujud (Wahdatul Wujud). Tasawuf falsafi juga bisa di katakan sebagi tasawuf yang kaya dengan pemikiran-pemikiran orang filsafat. Lahirnya tasawuf falsafi ini dimulai dari asal mula pemahaman tasawuf yang bermacam-macam, sehingga banyak yang mencari tahu untuk mengungkapkan pertama kali ajaran tasawuf tersebut. Berkembangnya tasawuf membuat orang-orang sufi menyingkap arti dari tasawuf falsafi itu seperti halnya Ibnu Al-Arabi, seorang sufi ayng berpendapat bahwa proses segala sesuatu itu berasal dari yang satu, yaitu kesatuan eksistens...
Tidak Mudik, Hanya Pulang Kampung
RAGAM, SYIAR

Tidak Mudik, Hanya Pulang Kampung

Dr. Agus Hermanto, MHI, Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung   Kegiatan mudik merupakan kegiatan yang ditunggu tunggu oleh masyarakat Islam di belahan Indonesia. Ada kenikmatan dan kebahagiaan tersendiri ketika pada bulan puasa, libur ramadhan atau menjelang lebaran Idul Fitri. Diantara keunikan mudik adalah dapat berkumpul dan menunaikan ibadah puasa dan lebaran di kampung halaman, bersama orang tua dan keluarga serta kerabat dekat demi menyambung tali silaturahmi yang selama satu tahun penuh tidak terjalin. Kemeriahan mudik sering membuat masyarakat kita senang walaupun terkadang harus antri di jalan, biaya ongkos mahal, hal tersebut bagian dari berkah ramadhan dapat terlaksana dengan rasa cinta, apapun caranya dapat dilakukan asalkan bisa mudik. Namun pada saat ...