RAGAM

Kutemukan…
RAGAM

Kutemukan…

Cerpen Karya Afiska, Mahasantri Al-Jamiah UIN Raden Intan Lampung Tetesan embun membasahi dahan dahan dibalik jendela kamarku, udara dingin kian merasuk ke dalam sukma. Diam, Entah apa yang kufikirkan belakangan ini. Zona ketidaknyamanan senantiasa membuatku muak, mungkinkah aku kehilangan satu titik terbesar dihidupku. Tapi apa?Apakah mengenai prestasi? Ah.. tidak mungkin.. karena aku telah berulang kali memenangkan berbagai perlombaan se-Indonesia seperti dance, solo song, ataupun fashion show. “Non Fera, neng Fida sudah nunggu didepan” suara bi Inah mengagetkan lamunanku. Segera kusisir rambut panjang hitam nan elok ini, ku letakkan bandok pink favourite pemberian ibu untuk menghiasinya. Sejenak, kupandangi diriku sambil menghadap ke cermin, “hmm…cantik..!”. kulangkahkan kaki...
Menteri Bahagia
RAGAM

Menteri Bahagia

Oleh : Fathul Muin, Kolumnis SEBAGIAN orang memberi cibiran dan sedikit geli terhadap Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). Sebagian lagi memuji dan optimistis dengan keputusan perdana menteri negara itu karena membentuk kementerian unik, yaitu kementerian urusan kebahagiaan. Seorang wanita Ohood Al Roumi pun ditunjuk untuk memimpin upaya pemerintah Uni Emirat Arab menjamin kebahagiaan rakyat negeri itu. Wanita ini dipilih menjadi menteri negara untuk kebahagiaan, sebuah jabatan yang baru pertama kali ini ada di Uni Emirat Arab sekaligus mungkin di dunia. Penunjukan Ohood Al Roumi untuk posisi menteri tersebut diumumkan via Twitter Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum yang juga sekaligus penguasa Dubai dan wakil presiden UAE. "Kebahagiaan nasional bukan harapan belaka. Renc...
UU MD 3 Sah : DPR KEBAL HUKUM?
RAGAM

UU MD 3 Sah : DPR KEBAL HUKUM?

Oleh : Jejen Fathurohman, Mahasiswa UIN Angkatan 2017             Baru-baru ini rakyat Indonesia digegerkan dengan sebuah suasana yang amat sangat membuat tanda tanya besar, bahwasanya dinamika hukum tata Negara telah terjadi, yang mana telah kita ketahui bersama DPR telah mengesahkan revisi UU MD3 Pada 12 Februari 2018. Adanya revisi kedua UU No 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD ternyata menuai Pro dan Kontra, Karena didalmnya terdapat beberapa pasal Kontroversial seperti pasal 73 ayat (3) dan (4), pasal 122 huruf k dan pasal 245 ayat (1). Dan atas terdapat beberapa pasal controversial tersebut, disini saya akan menuangkan Opini saya terhadap revisi UU MD3 tersebut. Pasal 73 ayat (3) yang berbunyi “ Dalam hal setiap orang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak hadir set...
Sekulerisme Agama
RAGAM

Sekulerisme Agama

Oleh : Dharma Setyawan, Dosen IAIN Metro “Saya menyayangi Plato tetapi saya lebih menyayangi kebenaran” (Aristoteles). Demikianlah ungkapan Aristoteles atas pentingnya kebenaran dalam kehidupan manusia. Kebenaran yang diambil dari pendalaman dari nilai-nilai moral spiritual yang menjadi kemaslahatan hidup bersama. Aristoteles menyanggah pendapat gurunya Plato yaitu dunia materi yang merupakan obyek pengalaman dan dunia rohani merupakan obyek pengertian yang terpisah sama sekali yang satu dari yang lain, Aristoteles menyanggah itu tidak mungkin. Sebab jika dunia rohani terlepas sama sekali dari dunia materi, dunia rohani tidak berguna bagi dunia materi, bahkan ide-ide rohani (eidos) tidak dapat dikenal manusia yang termasuk dunia materi juga. Aristoteles menolak tegas pemisahan antara...
Meluruskan Arah Kiblat
RAGAM

Meluruskan Arah Kiblat

Oleh : Jayusman, Dosen Ilmu Falak UIN Terdapat beberapa faktor diduga kuat menjadi penyebab kesalahan dalam penentuan arah kiblat masjid di masyarakat. Pertama, arah kiblat masjid  ditentukan sekadar perkiraan dengan mengacu secara kasar pada arah kiblat masjid yang sudah ada. Pada hal masjid yang dijadikan acuan belum tentu akurat. Ketika membangun sebuah masjid baru, arah kiblatnya hanya mengikuti masjid yang berdekatan yang telah lebih dahulu dibangun. Kedua, sebagian masjid arah kiblatnya ditentukan menggunakan alat yang kurang atau tidak akurat. Misalnya untuk penggunaan kompas dalam penentuan arah, termasuk dalam penentuan arah kiblat perlu dilakukan koreksian pengaruh daya magnetik di Bumi. Informasi ini tentang besaran koreksian/deklinasi magnetik kompas ini dapat diperoleh d...
Panggung
RAGAM

Panggung

Karya : Rana Nursatwika Palupi, Mahasiswa Jurusan PBA Angkatan 2017 Mata bulat itu menerawang jauh, lamunannya membuat pikirannya melayang, meninggalkan raga yang masih terduduk kaku. Tangannya terus saja memainkan pena hitam dengan memutar-mutarnya dengan jari telunjuk dan tengahnya. Sesekali dia membenarkan letak duduknya. Siang itu memang tidak terlalu panas karena matahari bersembunyi di balik awan. Tapi gadis itu terus berkeringat. Ujian Semester kali ini benar-benar menyita energi dan pikirannya. Pasalnya dia sedang berkutat dengan angka-angka yang sulit dia pahami rumus-rumusnya. Fisika, dia sangat anti dengan pelajaran itu. Ah, ralat, sepertinya semua pelajaran eksak. 10 menit terakhir. Dia mengetuk pena hitamnya ke dahinya, mencoba berfikir keras lagi. Tapi percuma, otakn...
Politik Kaum Santri
RAGAM

Politik Kaum Santri

Oleh : Muslihudin, Mahasiswa Jurusan Muamalah Angkatan 2015 Kakekku santri, Bapakku seorang santri, Kakakku santri, dan aku juga santri. Bangganya aku hidup dalam keluarga santri, meskipun belum semuanya mengamalkan ajaran agama secara menyeluruh (kaffah), tapi paling tidak kami terus berusaha menuntut ilmu, menjadi lebih baik dan tentunya menjauhi maksiat. Rasa bangga menjadi santri karena setidaknya dari situlah saya memulai kehidupan baru. Kehidupan yang pada akhirnya membuat saya tumbuh berbeda dengan kebanyakan orang lainnya, mulai dari pergaulan, sifat dan tentunya cara pandang dalam menjalani kehidupan. Sebab banyak hal yang saya pelajari saat menjadi santri. Tentang kebersamaan, kesederhanaan, ketawadhu’an, tentang agama, skil dan belakangan juga tentang tekhnologi. Tantan...
Bahaya Membaca Dalam Presentasi
RAGAM

Bahaya Membaca Dalam Presentasi

Oleh : Siti Zubaidah, Mahasiswa Jurusan Muamalah Angkatan 2014   Presentasi adalah penyajian karya tulis (ilmiah) seseorang di depan forum dalam rangka mengajukan suatu ide untuk mendapatkan pemahaman/kesepakatan bersama. Bukan hanya dalam dunia bisnis, kegiatan presentasi pun sudah menjadi suatu kebiasaan dalam proses belajar mengajar di dunia kampus. Terbukti dengan adanya data 8 dari 11 dosen di IAIN Raden Intan khususnya Fakultas Syari’ah dan Hukum lebih memilih untuk mengadakan kegiatan presentasi makalah di kelas daripada harus menjelaskan sendiri materi kuliah.   Tujuan presentasi sebenarnya untuk menginformasikan kepada audiens apa yang akan disampaikan di dalam forum, juga meyakinkan audiens atas suatu topik tertentu dengan dukungan informasi, data, dan bukti...
Senja
RAGAM

Senja

Karya Nurul Lia F SAMBIL menarik trolly bag, Senja berjalan menuju pintu keluar Bandara Soekarno-Hatta. Dia menyalakan ponselnya, Yas, sudah sampai mana? Jadikan jemput aku di bandara? "Maaf say hari ini aku harus meeting dan itu mendadak," kata Ibra. Serius? Tanya Senja. "Of course Im Sorry," sambung Ibra di ujung telepon. Senja pun langsung menutup teleponnya. Hari itu, hari pertama Senja sampai di Jakarta setelah hampir satu tahun menempuh studi pascasarjananya di salah satu universitas di Jepang. Dia bukan lulusan cumloude. Namun tekadnya untuk terus belajar mengantarkannya memperoleh beasiswa magister di Jepang. Senja kemudian menuju salah satu taksi dan memutuskan untuk pulang ke rumah Arka, kakak kandungnya di Jakarta Timur. Ayah dan ibunya sudah berpisah sejak Senja ...
Lelucon
RAGAM

Lelucon

Karya Shobriyah Nikmah, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Angkatan 2016/2017 Lelucon Sejahtera Hanya liur penguasa Uang dipuja Kebenaran dihina Melarat Keringat menetes dari ubun kepala Mereok kesejahteraan yang telah dilahap petinggi Pertiwiku Indahnya rupa pujaan Eloknya rias jabatan Menyentak golongan fakir Indah dan berharga sangat perrtiwiku Hingga tak tercium baunya lagi Dimana keturunan yang duduk disana Janngan semata memperuntungkan batang tubuh Menghilangkan para golongan fakir Aish!! Bukan menaung tapi merengguk Memberi kata – kata kibul Dan mencoba akrab dengan lelucon – lelucon pertiwi ini Bersikap Di balkon ini, badai semakin kuat Siang terasa terus – menerus Tak tahu cara menunggu malam Pergi dengan kaki kencang Daya pikir selal...